Lensaspensa, Penawartama – Mengawali kegiatan sekolah pada Senin, 21 September 2026, seluruh warga SMPN 1 Penawartama mengikuti upacara bendera di halaman sekolah. Bertindak sebagai pembina upacara Wiwit Marwati, S.Pd., sedangkan petugas upacara dipercayakan kepada peserta didik kelas VIII.3.

Tak goyah meskipun ditatap 600-an pasang mata peserta upacara.
Dalam amanatnya, Wiwit Marwati menyampaikan sejumlah pesan kepada peserta didik. Mulai dari apresiasi terhadap petugas upacara, pentingnya mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran, kesiapan menghadapi asesmen sumatif tengah semester, hingga membiasakan salam dan sapa kepada guru.
Mengawali amanatnya, pembina upacara memberikan apresiasi kepada petugas dari kelas VIII.3 yang telah menjalankan tugas dengan baik.
Menurutnya, pelaksanaan tugas yang sudah baik perlu terus dipertahankan. Apresiasi tersebut sekaligus menjadi motivasi agar petugas pada pelaksanaan upacara Senin berikutnya dapat menjalankan tugas dengan baik pula.
Menjadi petugas upacara bukan sekadar menjalankan tugas yang telah dibagikan. Di dalamnya terdapat proses belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan keberanian tampil di hadapan banyak orang.
Pesan berikutnya menyentuh kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan peserta didik di rumah. Belajar memerlukan persiapan.

Pembina upacara mengingatkan peserta didik agar menyempatkan diri belajar pada malam hari sebelum tidur. Tidak harus selalu dalam waktu yang lama. Mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas yang diberikan guru serta membaca kembali buku catatan dapat menjadi bagian dari persiapan untuk mengikuti pembelajaran keesokan harinya.
Kebiasaan tersebut akan membantu peserta didik datang ke sekolah dalam kondisi lebih siap. Materi yang pernah dipelajari tidak terasa benar-benar asing ketika kembali dibahas di dalam kelas.
Persiapan belajar menjadi semakin penting karena peserta didik akan menghadapi asesmen sumatif tengah semester.
Karena itu, pembina upacara mengingatkan peserta didik agar mulai mempersiapkan diri. Belajar tidak perlu menunggu ketika waktu asesmen sudah dekat. Membaca kembali catatan dan materi yang telah dipelajari sedikit demi sedikit dapat menjadi kebiasaan yang lebih baik daripada mempelajari semuanya sekaligus menjelang asesmen.
Dengan persiapan yang baik, peserta didik diharapkan dapat mengikuti asesmen dengan lebih tenang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Ada pula pesan sederhana yang disampaikan pembina upacara, tetapi memiliki makna penting dalam kehidupan sehari-hari di sekolah: salam dan sapa kepada guru.
Peserta didik diingatkan untuk membiasakan menyapa guru dengan ramah. Bukan sekadar mengucapkan salam, tetapi juga menghadirkan senyum dan ekspresi wajah yang menyenangkan.
Senyum mungkin terlihat sebagai hal kecil. Namun, dari kebiasaan sederhana itulah keramahan, rasa hormat, dan kedekatan antarsesama warga sekolah dapat tumbuh.
Sekolah bukan hanya tempat mempelajari berbagai mata pelajaran. Sekolah juga menjadi tempat belajar membangun kebiasaan baik—mempersiapkan diri sebelum belajar, bertanggung jawab terhadap tugas, menghadapi asesmen dengan sungguh-sungguh, serta menghormati orang lain melalui salam, sapa, dan senyum.
Terkait dengan penampilam petugas upacara kali ini, Wali kelas VIII.3 sekaligus Guru BK, Tedy Prambudi, S.Pd. mengatakan, “Sebagai wali kelas, saya senang, bangga, dan terharu, melihat anak anak-anak mampu melaksanakan tugas dengan baik. Hal ini sesuai dengan jeri payah usaha latihan sampai 2 hari. Akhirnya mereka mampu memahami dan menyerap apa yang sudah diajarkan. Semoga kelak menjadi pembelajaran dan bekal dimasa depan, bahwa segala sesuatu harus dicoba dan diusahakan”
Siapkan belajarnya, kerjakan tugasnya, dan jangan lupa membawa senyum ketika datang ke sekolah.
SPENSAPETA BISA! (Rus)