Lensaspensa, Penawartama – Menjadi pemimpin bukan sekadar berdiri di depan atau memiliki jabatan. Lebih dari itu, kepemimpinan adalah tentang tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan mengajak orang lain untuk maju bersama.
Semangat itulah yang menjadi dasar pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMPN 1 Penawartama Tahun 2026, yang mengusung tema “Tumbuh Bersama”.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 23–25 Oktober 2026, tersebut diikuti oleh 99 peserta didik laki-laki dan perempuan dari kelas VII dan VIII. Mereka terdiri atas peserta didik yang terpilih menjadi pengurus OSIS Tahun Ajaran 2026/2027, pengurus kelas, serta peserta didik yang memiliki minat untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di lingkungan SMPN 1 Penawartama.
Dibuka Secara Resmi oleh Kepala Sekolah
Upacara pembukaan LDKS dilaksanakan di halaman upacara SMPN 1 Penawartama pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 15.30 WIB.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMPN 1 Penawartama, Suprihatin, S.Pd., yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan LDKS Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Suprihatin mengajak seluruh peserta untuk memahami makna tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut.
“Tema LDKS kita hari ini adalah ‘Tumbuh Bersama’. Tema ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah ajakan untuk melangkah, belajar, dan berkembang bersama.”
Menurutnya, menjadi pemimpin tidak selalu berarti harus menjadi yang terbaik atau berada pada posisi paling depan. Seorang pemimpin justru dituntut memiliki kepedulian dan kemampuan untuk memberikan pengaruh positif kepada orang-orang di sekitarnya.
“Menjadi pemimpin bukan hanya tentang menjadi yang terbaik atau berada di posisi terdepan, tetapi tentang kesediaan untuk menguatkan, menginspirasi, dan mengajak orang lain maju bersama.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari jabatan yang disandang, tetapi juga dari sikap dan tindakan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar Disiplin, Bertanggung Jawab, dan Bekerja Sama

“Saya siap tumbuh, siap memimpin, dan siap membawa perubahan!”
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan LDKS dengan hati dan pikiran yang terbuka.
Melalui pelatihan ini, peserta didik diharapkan dapat belajar membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kemampuan menghargai perbedaan.
Selain itu, peserta juga didorong untuk memiliki keberanian dalam mengambil keputusan yang benar, termasuk ketika harus menghadapi tantangan dan situasi yang tidak mudah.
“Setiap tantangan yang kalian hadapi hari ini adalah kesempatan untuk mengenal potensi diri, membangun keberanian, dan menjadi pribadi yang lebih tangguh.”
LDKS menjadi salah satu wadah pembinaan karakter bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kepemimpinan, tetapi juga belajar menerapkannya dalam kehidupan di sekolah.
Bagi pengurus OSIS, kemampuan tersebut menjadi bekal dalam menjalankan organisasi. Bagi pengurus kelas, nilai-nilai kepemimpinan dapat diterapkan dalam membangun kerja sama dan tanggung jawab bersama teman-temannya. Sementara itu, bagi peserta didik lainnya, LDKS menjadi kesempatan untuk mengenali potensi diri serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mengambil peran positif.
Pemimpin Masa Depan Sedang Dibentuk
Menjelang akhir sambutannya, Suprihatin mengajak seluruh peserta menanamkan tekad untuk terus belajar, bertumbuh, dan membawa perubahan.
“Saya siap tumbuh, siap memimpin, dan siap membawa perubahan!”
Kalimat tersebut bukan sekadar seruan penyemangat. Di dalamnya terkandung komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik melalui tindakan nyata.
Kepala Sekolah pun menutup pesannya dengan kalimat yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta.
“Karena pemimpin masa depan bukan hanya ditunggu—pemimpin masa depan sedang dibentuk, dan kalianlah orangnya.”
Melalui LDKS Tahun 2026, SMPN 1 Penawartama berharap lahir peserta didik yang tidak hanya mampu memimpin organisasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta siap menjadi teladan bagi teman-temannya.
Selama tiga hari ke depan, 99 peserta didik itu akan menjalani proses belajar tentang kepemimpinan. Mereka mungkin datang dengan kemampuan, pengalaman, dan keberanian yang berbeda-beda. Namun, mereka dipertemukan oleh satu semangat yang sama: tumbuh bersama.
Sebab, pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang mampu melangkah lebih jauh, melainkan juga mereka yang bersedia mengajak orang lain untuk melangkah bersama.
SPENSAPETA BISA! (Rus Tuba)